Cyber Dakwah Pelanjut Lisan Mulia Rasulullah

Yayasan Pondok Pesantren Salman Al-Farisi mengirimkan perwakilan untuk mengikuti Dauroh Cyber Dakwah Era Society 5.0, pada 29 -30 Agustus 2022. Dauroh itu digelar di Lembah Manah Mataram, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Kegiatan Dauroh Cyber Dakwah ini untuk pertama kalinya digelar dengan mengundang para peserta dari berbagai pondok pesantren. Hal ini bertujuan untuk mengajak para insan pesantren, baik para kiai, asatidz dan santri untuk turut memanfaatkan dunia maya sebagai lahan dakwah yang efektif.

KH. Syihabuddin Abdul Mu’iz Al-Hafizh, selaku Pimpinan Pondok Pesantren Isykarima menyampaikan sambutan. Menurutnya peran media saat ini bukan lagi sekedar pelengkap, tetapi sebagai kreator dakwah.

Apalagi, ditambah dengan perkembangan tekonologi komunikasi yang makin maju, membuat dakwah di ruang virtual, cepat tersebar, mudah diakses, cakupan wilayah yang luas dan waktu yang tidak terbatas.

Menurut Ustadz Syihab setidaknya ada empat tugas dari cyber dakwah yang akan diemban. Pertama, untuk memvisualisasi idealisme para kiai dan asatidz serta menyebarkannya. Kedua, sebagai perekat persatuan umat Islam. Ketiga, membantu fundraising atau penggalangan dana yang diperlukan untuk pembangunan pesantren dan pemberdayaan umat. Keempat, sebagai tentara Allah dalam rangka memperjuangkan Islam, amar ma’ruf nahi munkar.

“Perjuangan media ke depan ini bukan tambahan, ini bahkan liqo (pertemuan) yang harus sesering mungkin karena antum ini menjadi desainer sosiologis. Mendesain kabupaten menjadi branding tertentu. Mendesain pesantren menjadi branding tertentu, itu tugas media,” kata Ustadz Syihad di hadapan para peserta.

Sementara itu, Al-Habib Sholeh Al-Jufri, selaku Pimpinan Ponpes Darul Musthofa menyampaikan bahwa para pelaku media memiliki peran penting di tengah umat.

“Peran dakwah dengan menggunakan sosial media adalah peran yang sangat penting. Menduduki peran untuk menjadi pelanjut lisan mulia Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam (yang menyeru) kepada Allah Ta’ala. Dan orang yang memiliki peran ini kedudukannya sangat tinggi di sisi Allah Ta’ala, karena itu adalah tugasnya Rasulullah,” tutur Habib Sholeh.

Habib Sholeh kemudian mengutip firman Allah Ta’ala,

قُلْ هَٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِى ۖ وَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

“Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf: 108).

Usai sambutan dari para sesepuh pondok pesantren, kegiatan Cyber Dakwah dilanjutkan dengan berbagai pelatihan, yang diisi oleh para pegiat media cyber, Gus Novianto Puji Raharjo, S.Kom, M.I.Kom selaku founder Al-Qoshwa Media, praktisi internet marketing asal Jawa Timur di antaranya Mas Eko Sugiono, Mohammad Rofiuddin, S.Kom, Selamet, S.Si, Bahruddin, S.Sos.I, Muhajir Sulthonul Aziz, S.Kom, M.I.Kom, Agus Gunawan, S.Kom, ahli desain grafis Nurhadi Ismail dan jurnalis Hidayatullah, Cholis Akbar.

Para peserta diajarkan tentang analisa dakwah digital, digital branding, pembuatan poster dakwah, optimasi dakwah digital hingga jurnalistik.

Namun, yang paling penting pasca kegiatan cyber dakwah adalah para peserta dipersaudarakan dalam satu wadah Forum Pesuduluran Multimedia. Diharapkan dengan forum tersebut, para dai bisa bersinergi, berkolaborasi dan bahu membahu dalam rangka dakwah ilallah di dunia maya.

Check Also

Bencana

Mekah dahulu dikenal sebagai kota yang aman tentram dan diliputi kemakmuran. Para penduduknya mendapatkan berbagai …