Moto Ponpes Islam Salman Al-Farisi “Mencetak 1000 Hafizh Quran dan Hadits”

314
.

Sebagai umat Islam, kita memiliki cita-cita mulia dan berbangga dengan keberadaan wahyu Al-Quran dan Al-Hadits. Dengan nikmat wahyu ini, menjadi sebuah syukur kepada Allah ta’ala atas petunjuk dan hidayah. Menjadi nikmat besar yang harus dijaga oleh kaum muslimin dan diamalkan isi kandungannya.

Kami di Yayasan Pondok Pesantren Salman Al-Farisi berupaya andil bergabung bersama orang-orang yang ikut memelihara kelestarian Al-Quran dan Al-Hadits. Wujud nyata kami adalah membuka unit pendidikan dan dakwah berbasis Al-Quran di Karanganyar dan Solo dengan tujuan melahirkan para hafizh Quran dan hadits.

Tujuan tersebut kami tuangkan dalam sebuah motto “Mencetak Seribu (1000) Hafidz Quran dan Hadits.” Moto dakwah kedua wahyu ini telah kami gulirkan sejak 2018 sehingga menjadi semangat kami dalam beramal berkhidmat kepada kaum muslimin.

Para santri bersama Syeikh Rusydi guru sanad dari Yaman.

Alhamdulillah sejak saat itu, Allah menganugerahkan prestasi-prestasi pada santri-santri kami dengan lahirnya para hafizh Quran dan hadits. Mereka bukan hanya hafal saja, tetapi lulus ujian setelah melalui tes yang sangat ketat.

Pondok Pesantren Islam Salman Al-Farisi sebagai pilot project utama Yayasan, menerapkan kriteria ujian halafan Al-Quran tertentu sampai seorang santri dianggap lulus mengkhatamkan hafalan. diantaranya adalah:
1. Ujian juziyah, dengan kriteria pengujian dibagi menjadi beberapa juz.
2. Ujian tasmi akbar 30 juz sekali duduk di hadapan dewan penguji, wali dan santri. Biasanya ujian ini memakan waktu sehari penuh bahkan terkadang dua hari tergantung dari kecepatan hafalan santri.

Sampai Desember 2020 ini, santri dan alumni yang telah lulus ujian tasmi akbar 30 juz, sejumlah 11 santri. Mereka adalah:
1. Atsal Taufiqie Nandito
2. Muchammad Mujahidin Al Ansyori
3. Luthfi Muhammad Amin
4. Haidar Khotob
5. M. Ghozy Mubarok Al Firdausi
6. Lukman Hakim
7. ‘Urwah ‘Abdurrohman
8. M. Ammar M Afaf
9. Zahid Aufaqi
10. Farouq Al Ghozi
11. Abdullah Ghifar

Beberapa berita mengenai tasmi akbar silahkan baca ditautan berikut:
https://www.ppsalmanalfarisi.com/alhamdulillah-abdullah-ghifar-lulus-ujian-tasmi-30-juz-sekali-duduk
https://www.ppsalmanalfarisi.com/faruq-al-ghozi-asal-surakarta-lulus-ujian-tasmi-akbar-30-juz-sekali-duduk
https://www.ppsalmanalfarisi.com/selama-oktober-6-santri-lulus-ujian-tasmi-akbar
https://www.ppsalmanalfarisi.com/tasmi-akbar-zahid-al-aufaqi-dari-kendal
https://www.ppsalmanalfarisi.com/ujian-tasmi-akbar-30-juz-ananda-urwah-dan-afaf
https://www.ppsalmanalfarisi.com/3-santri-lulus-tasmi-akbar-30-juz
https://www.ppsalmanalfarisi.com/tasmi-akbar-30-juz-santri-pp-salman-al-farisi

saat ini, sejumlah santri yang telah hafal 30 juz namun masih menjalani proses penguatan hafalan. Sebab sebelum ujian tasmi akbar mereka harus melewati ujian juziyah yang sangat ketat untuk menjamin hafalan mereka benar-benar mutqin. Sehingga kualitas hafalan para santri merupakan hafalan yang kuat bukan hanya sekedar pernah menghafal.

Ust. Atsal saat menerima penghargaan dalam bidang hadist di Arab Saudi.

Para santri yang telah hafal Alqur’an dengan mutqin dan lulus tasmi akbar mendapat kesempatan memperdalam ilmu qiroah dengan menjalani program ketat pengambilan sanad kepada ahli qiroah. Alhamdulillah hingga saat ini ananda Muhammad Alim Setyawan telah berhasil lulus dan memperoleh sanad dari Syeikh Rusydi Hasan Ash-Shobahi, Ulama qiraah asal Yaman.

di bidang Hafalan hadits, beberapa santri kami telah berhasil mengkhatamkan hafalan Kitab Jami Shahihain yang terdiri dari 6 jilid kitab berisi hadist riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dengan dibimbing langsung oleh para guru  dari timur tengah. beberapa santri yang berprestasi berhasil mendapat kehormatan belajar langsung di Arab Saudi. Salah satunya adalah ananda Atsal Taufiqie Nandito yang mendapat nilai tertinggi dauroh Hifdzul Hadist di Arab Saudi pada 2019 lalu. Seorang santri lagi ananda M. Ghozy Mubarok Al Firdausi pun telah berhsail menyelesaikan hafalan 500 an Hadist dari Kitab Arbain An-Nawawi dan Umdatul Ahkam yang telah disetor dalam sekali duduk.

Dalam perkembangannya, untuk memperluas dakwah Yayasan membuka unit-unit baru dalam pendidikan dan dakwah seperti TPA, Kuttab, Pesma (Pesantren Mahasiswa), Pesantren Putri, Program Mahad Aly,  kegiatan dakwah Qur’an di masyarakat bernama Komunitas Sobat Quran (KSQ) dll.

Santriwati sedang ujian juziyah 15 juz sekali duduk.

Bila dilihat dari jumlah, memang masih sangat sedikit. Namun kami terus berharap dengan memohon pertolongan Allah, Dia memudahkan jalan-Nya pada kami sehingga terus istiqamah perlahan namun pasti menyediakan kader hafiz bagi umat yang berkualitas. Semoga Yayasan Pondok Pesantren Salman Al-Farisi dengan dukungan kaum muslimin dapat terus melahirkan para hafidz Quran dan Hadits sebagai bekal mereka menjadi generasi penerus ulama sesuai dengan moto kami; “Mencetak 1000 Hafizh Quran dan Hadits.”