Ponpes Salman Al-Farisi Gelar Olimpiade Sambut HUT RI

Pondok Pesantren Salman Al-Farisi menggelar olimpiade antar santri di lingkungan pesantren. Acara tersebut digelar mulai 11 – 16 Agustus 2022, dalam rangka merayakan HUT kemerdekaan Indonesia ke-77.

Cabang olahraga dan berbagai kegiatan yang diperlombakan di antaranya tahfizhul qur’an, memanah, futsal, tarik tambang, balap karung dan lain-lain.

“Tujuan olimpiade ini adalah mempererat ukhuwah para santri dan mempersatukan para santri baik dari Ponpes Salman di Komplek 1 Karangpandan maupun Ponpes Salman Komplek 2 Blumbang,” kata Hamam Arsya Kanaya selaku Ketua panitia olimpiade, Selasa (16/8/2022).

Para santri amat antusias mengikuti olimpiade tersebut. Mereka senang karena bisa berpartisipasi dalam lomba, untuk menunjukkan potensi dan kemampuan masing-masing.

“Alhamdulillah di perlombaan olimpiade Salman Al-Farisi tahun ini saya mengikuti perlombaan balap karung, estafet air dan lomba lari,” ucap Haidar Imaduddin Al-Ghozi, salah seorang santri yang mengikuti olimpiade.

Mudir Ponpes Salman Al-Farisi, Ustadz Sanif Alisyahbana, Lc. mengapresiasi kegiatan olimpiade yang diselenggarakan. Ia pun menyampaikan nasihat bahwa bahwa hikmah yang bisa dipetik dalam kegiatan olimpiade adalah, pada dasarnya setiap manusia tengah berlomba-lomba sepanjang hidupnya.  

“Persaingan dan perlombaan yang sedang kita hadapi bukanlah olimpiade yang beberapa hari kemarin saja, tetapi setiap hari yang kita jalani itu pada dasarnya adalah perlombaan, pada dasarnya adalah persaingan/munafasah dan yang kita rebutkan adalah rahmat Allah Ta’ala,” kata Ustadz Sanif dalam penutupan olimpiade di halaman Ponpes Salman Al-Farisi, Karangpandan.

Sebagai puncak acara, Ustadz Sanif menyerahkan hadiah kepada para pemenang Olimpiade Ponpes Salman Al-Farisi.  “Ustadz Sanif, semoga apa yang antum kerjakan beberapa hari ini, musabaqah ini mendatangkan pahala yang besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Saya ucapkan selamat bagi para pemenang. Kemenangan ini mengingatkan kepada kemenangan yang nanti akan kita songsong bersama-sama di negeri akhirat dan tidak ada kemenangan yang terbesar bagi kita kecuali ketika kita selamat dari siksa neraka dan dimasukkan surganya Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tutupnya.

Check Also

Bencana

Mekah dahulu dikenal sebagai kota yang aman tentram dan diliputi kemakmuran. Para penduduknya mendapatkan berbagai …