Dauroh Peran Umat Islam dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

380
.

Indonesia telah merdeka. Sayang banyak yang tidak menyadari kemerdekaan bangsa ini sejatinya diperjuangkan oleh umat Islam. Distorsi dan usaha mengesampingkan peran umat Islam selalu diupayakan oleh kaum sekuler islamopobia.

Sebab itu, sejarah emas perjuangan umat Islam harus dikenalkan pada generasi muda. Agar mereka bisa menyelesaikan tugas ayahanda mereka yang belum tuntas. Tentunya secara terarah, terukur dan dalam bimbingan para ulama.

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, Pondok Pesantren Islam Salman Al-Farisi menyelenggarakan dauroh sehari dengan tema Peran Umat Islam dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Disampaikan oleh K.H. Muzayin Marzuki dari Ponpes Islam Al-Mukmin Ngruki, Sabtu (17/8/2019)

K.H Muzayin membuka dauroh dengan pertanyaan;

  1. Perjuangan kita ini sekarang sampai dimana.
  2. Apa yang harus dijaga, dan
  3. Apa yang harus dilanjutkan.

Beliau melanjutkan, pertanyaan-pertanyaan itu bisa dijawab dengan baik dengan menengok perjuangan Rasul shalallahu alaihi wassalam yang merebut kemenangan “mirip dengan kemerdekaan”.

Allah ta’ala telah mengabadikannya dalam surat Al-Anfal: 26

وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.”

Ayat ini menggambarkan perjuangan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dari kalah sampai menang. Uniknya, pada awal kemenangan tidak dengan peperangan tetapi hanya modal semangat perang.

Para sahabat telah berbaiat di Aqobah untuk siap perang total. Tetapi akhirnya tidak jadi perang karena kaum musyrikin telah jatuh morilnya.

Dauroh selama hampir 2 jam ini diikuti dengan seksama oleh seluruh santri dan sebagian asatidz. Diakhiri dengan sesi tanya jawab.