Bagaimana Air Terbentuk?

109
.

Air sebagaimana dibahas sebelumnya, merupakan mahluk yang pertama kali diciptakan. Lantas, bagaimana air ini terbentuk?

Allah Ta’ala berfirman,

وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّٰهُ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍۭ بِهِۦ لَقَٰدِرُونَ

“Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.” (QS. Al-Mu’minun Ayat 18).

Pada umumnya para ulama menafsirkan bahwa air yang turun dari langit adalah air hujan. Namun, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, maka semakin diketahui hikmah kauniyah dari ayat di atas.

Menurut  ilmu  pengetahuan, air merupakan kumpulan molekul-molekul yang tersusun dari dua atom Hidrogen dan satu atom oksigen (H2O). Oleh karena itu  untuk  membahas  penciptaan  air  tidak  bisa  terlepas  dari  penciptaan  unsur-unsur (atom) penyusunnya. Sedangkan  membahas  pembentukan (penciptaan) atom tidak akan terlepas dari proses terbentuknya alam semesta.

Berdasarkan teori kejadian alam semesta, air, atau paling tidak  unsur-unsur pembentuknya  memang terjadi pertama kali di langit. Pada  awal masa penciptaan semesta. Ketika itu materi utama pengisi alam semesta adalah hidrogen. Hidrogen berasal dari kata hydro (bahasa Yunani,  berarti  air)  dan  gen  (berarti  asal). Sedangkan hidrogen memang unsur pembentuk air.

Ketika  bintang mulai terbentuk, di sebelah luarnya terbentuk pula  badai  debu  dan gas. Air dijumpai sebagai awan antarbintang  (interstellar  cloud)  di  galaksi  kita. Air mungkin dijumpai pula di galaksi lain dalam jumlah yang berlimpah, karena oksigen dan hidrogen termasuk unsur-unsur  yang paling banyak jumlahnya di alam semesta.  Awan antarbintang  biasanya terkumpul menjadi  nebula surya  (solar nebulae) atau tata surya seperti  matahari  kita.  Pada  daerah  tata  surya  kita  air banyak  didapati  di luar bumi, tetapi pada umumnya dijumpai dalam bentuk gas atau es. Sedangkan dalam bentuk  cair,  air praktis hanya dijumpai di bumi.

Dengan demikian, ayat di atas semakin membuktikan Al-Qur’an bersesuaian dengan temuan-temuan terbaru tentang terbentuknya air.