Wisuda Santri Ponpes Islam Salman Al-Farisi

173
.

Ponpes Islam Salman Al-Farisi menggelar wisuda santri tiga angkatan sekaligus di komplek 1 Karangpandan, Ahad (28/3/2021). Seluruh wisudawan berjumlah 33 orang dengan rincian, 5 orang angkatan 2, 10 orang angkatan 3 dan 18 orang angkatan 4.

Acara ini dihadiri oleh Ust. Abu Bakar Ba’asyir, para wali wisudawan dan tamu undangan dari pimpinan pondok-pondok pesantren. Mengundang pula aparatur pemerintah, TNI-Polri serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ust. Abdurrahim Ba’asyir, Lc selaku Ketua Yayasan Ponpes Salman Al-Farisi berharap alumni dapat menjadi penyuluh Al-Quran yang bermanfaat bagi muslimin dan bangsa.

“Semoga Allah menguatkan dan membimbing antum untuk semakin bertakwa. Kami juga mengucapkan mabruk pada wali yang telah berhasil mengantarkan anak-anaknya selesai pendidikan yang akan menjadi bekal akhirat kelak, ” kata Ust. Abdurrahim.

Bpk. Sutarso selaku Kepala Desa Harjosari berkempatan memberikan ucapan selamat atas wisudawan. Beliau berharap alumni bisa memberikan manfaat luar biasa bagi Indonesia. Beliau juga menceritakan sejarah pesantren Salma Al-Farisi yang dahulu bermula dari sebuah masjid kecil.

“Kami memberikan apresiasi bagi para ustad yang telah mendidik dengan baik. Sebab pesantren ini adalah potensi desa untuk kader hafizh Quran. Bahkan nama desa kami menjadi harum karena diwakili untuk sampai pada lomba MTQ tingkat nasional,” jelas Bpk. Sutarso.

Selain mewisuda, adalam acara ini juga memberikan takrim (penyerahan hadiah) pada alumni yang lulus ujian tasmi akbar 30 juz sekali dalam kesempatan, alumni yang mendapatkan sanad Al-Quran, alumni yang mentasmikan Kitab Bulughul Maram serta alumni terbaik.

Selanjutnya Mudir Ponpes Islam Salman Al-Farisi Ust. Sanif Alisyahbana, Lc memberikan kata pelepasan dengan menyampaikan bahwa hakikat wisuda sebenarnya adalah tahapan awal dari proses pendidikan yang sangat panjang sampai wafat.

“Fase awal yang telah dilalui ini menjadi pondasi kuat untuk mengembangkan keilmuan demi membanggakan umat Islam,” kata Ust. Sanif.

Beliau melanjutkan khutbahnya, “Kepada para wali, kami sudah anggap anak-anak ini seperti anak kami sendiri. Hari ini kami pasrahkan kembali ananda tercinta kepada abah dan umahat. Banyak kesalahan kami mohon dimaafkan semoga terjalin ukhuwah yang langgeng sampai menghadap Allah”

Hajatan besar ini kemudian ditutup dengan khutbah dan doa dari Ust. Farid Ahmad Okbah dari Jakarta.