Sekecil Apapun Maksiat, Akan Mendapat Balasannya

202
.

Allah ta’ala berfirman:

مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ

“Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu.” (An-Nisa: 123)

Oleh Aisyah radhiyallahu anha, ayat ini dianggap sebagai ayat terberat dalam Al-Quran. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, berkata Aisyah; “Wahai Rasulullah, sungguh aku telah tahu ayat terberat didalam Al-Quran. Beliau bertanya, Apa itu?”

Kemudian ibunda Aisyah radhiyallahu anha menjawab dengan surat di atas. Setelah membacakan ayat tesebut, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menjelaskan dengan:

“Apapun kejahatan yang dilakukan oleh seorang mukmin walaupun hanya lemparan kerikil.”

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menafsirkan, semua maksiat walaupun hanya kecil akan mendapat pembalasannya dari Allah. Dosa dan maksiat adalah sumber malapetaka. Setiap bencana yang melanda dosalah penyebabnya.

Bahkan dalam sebuah hadits diriwayatkan, sempitnya rizki kita karena dosa yang dilakukannya. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

“Sungguh seorang hamba itu akan terhalangi dari rezeki dikarenakan dosa yang dilakukannya.” (Ibnu Majah dan Ahmad).

Dari dalil-dalil tersebut, Abu Ustman An-Naisabury, ulama ahlus sunah abad ke-5, ketika tali sandalnya putus ditengah perjalanan shalat jumat menganggap itu karena akibat tidak mandi jumat.

Ibnul Jauzi berkata, “Salah satu hal yang menakjubkan dari balasan di dunia; tangan saudara-saudara Yusuf telah terjulur menzhaliminya maka tangan-tangan itu kembali terjulur dihadapan Yusuf sementara pemilik tangan-tangan itu berkata, ‘Mohon bersedekahlah pada kami.'”

Terkadang hukuman itu bersifat makwani, tidak kasat mata. Betapa banyak orang yang melihat tontonan haram lalu menghalanginya dari bashirah.

Betapa banyak orang yang mengucapkan kata-kata haram, sehingga menghalanginya dari beningnya hati. Atau karena memakan barang syubhat menyebabkannya terhalang dari shalat malam.

Benar-benar ayat yang berat.