Rasa Takut Memadamkan Hawa Nafsu

217
.

Allah ta’ala berfirman:

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Rabbnya ada dua surga.” (Ar-Rahman: 46)

Imam Mujahid menafsirkan ayat ini dengan, “Ia adalah orang yang apabila ingin berbuat maksiat, maka ia ingat kedudukan Allah atas dirinya. Lantas, urung melakukannya.”

Syahwat dalam diri itu seperti kobaran api. Semakin memuncak syahwatnya seperti api yang menjilat-jilat. Api bisa dipadamkan dengan air, demikian pula memadamkan api syahwat hanya bisa dilakukan dengan air takut.

Apabila volume air takut lebih besar dari api, maka api akan padam dan hasilnya ia akan meninggalkan maksiat. Tetapi sebaliknya, apabila volume airnya lebih sedikit, api syahwat tidak bisa padam. Akibatnya ia terjerumus dalam maksiat, kita memohon pada Allah terhindar dari dosa dan maksiat.

Dalam ayat diatas, Allah memerintahkan hamba memperhatikan kelemahannya dan dari mana sumber kelemahan tersebut. Lalu ia bersegera membenahinya sebelum kebakaran menghanguskan seluruh bagian hati dan menggosongkannya.

Balasan takut pada Allah tatkala hendak melakukan maksiat lalu ia berhenti urung melakukannya adalah dua surga. Ini adalah penghargaan dari Allah atas siapapun yang iman bahwa Allah melihatnya saat akan melakukan dosa, lalu malu dan takut. Semoga Allah senantiasa memberi pada kita rasa takut saat ditengah-tengah manusia dan sendirian.