Mewaspadai Dua Ketertipuan

192
.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.” (Al-Fathir: 5)

Sebagai muslim kita memiliki dua tantangan dalam menjalani kehidupan ini yang telah Allah peringatkan dalam surat Al-Fathir. Kedua tantangan tersebut yaitu mewaspadai dua ketertipuan.

Pertama, tertipu dengan manisnya dunia.
Kedua, tertipu dengan setan.

Ketertipuan dengan dunia menyebabkan kita lalai pada kehidupan akhirat. Sedangkan tertipu dengan setan menyebabkan kita tersesat dari jalan yang lurus. Semoga Allah melindungi kita dari kedua ketertipuan ini.

Imam Al-Baghawi dalam tafsirnya menjelaskan manusia tertipu dengan manisnya dunia juga disebabkan oleh setan. Karena itu, semua sumber kesesatan berasal dari setan.

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah memperingatkan dalam sabdanya:

“Sesungguhnya yang aku khawatirkan atas kalian sepeninggalku adalah kenikmatan dunia dan perhiasannya yang dibukakan kepada kalian.” (Muslim)

Allah tidak akan menjadikan dua kecenderungan hati dalam satu rongga dada manusia. Maka, tidak akan terkumpul dalam hati seorang muslim antara kesungguhan dan kecintaan akhirat dengan ketamakan terhadap dunia dan bergelimang dengan keinginan syahwatnya.