Memperhatikan Pendidikan Al-Quran pada Anak

104
.

Mengajarkan anak-anak tentang Al-Quran keharusan orang tua. Kita tercengang saat melihat di beberapa media, balita sudah lancar membaca Al-Quran bahkan diantaranya sudah hafal beberapa surat. Melihat semua itu kita tentunya berfikir bagaimana cara orang tua mereka mengajarkan Al-Quran?

Setelah itu kita pun tergerak menginginkan putra putri kita bisa membaca dan menghafalkan Al-Quran dengan baik pula. Kita berlomba-lomba agar anak-anak menjadi ahlul quran. Seperti keluarga lainnya, yang rela mendatangkan guru privat Al-Quran ke rumah dan menyekolahkan di sekolah Islam.

Akan tetapi, tidak sedikit pula diantara orang tua mengabaikan pendidikan Al-Quran bagi anak. Tidak memahami amanah yang telah Allah titipkan kepada mereka yang merupakan tanggung jawab besar yang akan dipertanyakan dihadapan sang Pencipta kelak.

Kasihan bila anak-anak tidak tahu huruf Al-Quran, apalagi tentang hukum yang ada didalamnya. Sedangkan Al-Quran merupakan pedoman hidup kita dan salah satu cara kita untuk dekat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjaga Al-Quran. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اَدِّبُوْا اَوْلَادَكُمْ عَلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ : حُبِّ نَبِيِّكُمْ وَحُبِّ اَهْلِ بَيْتِهِ وَ قِرَأَةُ الْقُرْأَنِ فَإِنَّ حَمْلَةَ الْقُرْأَنُ فِيْ ظِلِّ اللهِ يَوْمَ لَا ظِلٌّ ظِلَّهُ مَعَ اَنْبِيَائِهِ وَاَصْفِيَائِهِ

“Didiklah anak-anak mu dengan tiga perkara; mencintai Nabimu, mencintai ahlul baitnya dan membaca Al-Quran. Karena orang-orang yang memelihara Al-Quran itu berada dalam lingkungan singgasana Allah pada hari ketika tidak ada perlindungannya, mereka beserta para Nabi-Nya dan orang-orang suci”. (HR. Ath-Thabrani)

Banyak kasus ketidakpedulian orang tua pada pendidikan Al-Quran anak bisa dilihat disekeliling kita. Al-Quran bukan materi prioritas, sebab didalam lingkungan keluarga memang tidak ditanamkan tentang pentingnya belajar Al qur’an.

Kita mungkin lupa bahwa anak adalah generasi Islam berikutnya. Bagaimana jika, sampai dewasa bahkan sudah berkeluarga pun mereka tidak bisa membaca Al-Quran apalagi memahami dan mengamalkannya?

Orang tua adalah pendidik pertama dalam keluarga. Jelas, bagi anak orang tua adalah panutan atau contoh terdekatnya. Jika orang tua banyak berinteraksi dengan Al-Quran maka anak pun akan mudah mengikuti.

Orang tua dan keluarga adalah penanggungjawab pertama dan utama penanaman nilai sopan santun dan budi pekerti kepada anak yang semua dasar hukumnya berasal dari Al-Quran. Bisa kita pahami sekarang bagaimana kondisi keluarga yang menjunjung Al-Quran dikehidupan keluarga mereka (belajar membaca, menulis, memahami dan mengamalkannya) didalam kehidupan sehari -hari.