Membaca Al-Quran Benteng dari Kesesatan

239
.

فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى

“Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thaha: 123)

Penjelasan Ayat

Ibnu Abbas radhiyallahu anhu menafsirkan ayat di atas dengan: “Allah memberi pahala kepada orang yang mengikuti Al-Quran bahwasanya dia tidak akan tersesat di dunia dan celaka di akhirat.”

Ibnu Abbas juga berkata: “Allah telah menjamin bagi siapa yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya tidak akan sesat di dunia dan celaka di menderita di akhirat.”

Imam Al-Qurthubi rahimahullah dalam tafsirnya berkata: “Siapa yang membaca Al-Quran dan mengikuti petunjuknya maka Allah akan memberinya hidayah dengan menyelamatkan dari kesesatan serta melindungi dihari kiamat dari hisab yang buruk.”

Maka kunci pertama siapapun yang ingin selamat dari kesesatan, terlindung dari jatuh kedalam kubangan kegelapan dia harus membiasakan diri membaca Al-Quran. Al-Quran adalah cahaya, dengan membacanya hati kita akan bersinar. Jika setiap hari kita membuat hati bersinar tentu menjadi jalan masuknya hidayah dan benteng dari kesesatan.

Bila kita belum bisa membaca Al-Quran, maka wajib untuk belajar membacanya terlebih dahulu. Komunitas Sobat Quran siap membantu siapa saja yang ingin belajar membaca Al-Quran, memperbaiki bacaannya atau ingin menghafalnya.