Kepedihan Sirna Pahala Tersisa

238
.

سَلَامٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

“Keselamatan pada kalian atas kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (Ar-Ra’d 24)

Setiap manusia akan menemui masa-masa yang sulit dalam seri perjalanan kehidupannya. Masa-masa kelelahan, kepenatan tak mampu digambarkan. Ujian yang bila ditimpakan pada pohon tentu daunnya akan berguguran. Bahkan gunungpun tak mampu menerima ujian seperti manusia.

Sejak pertama kali janin mencari jalan keluar dari perut ibu menjadi bayi, saat itulah sebagai manusia dimulai. Tangisannya menjadi babak pertama ujian apakah akhir kehidupannya bahagia atau sengsara.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلً

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (Al-Mulk: 2)

Terkadang, dalam menyisiri berbagai macam yang silih berganti manusia bertanya-tanya, “Apakah saya sanggup menghadapi cobaan ini?”

Padahal Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda, “Barangsiapa yang berusaha bersabar niscaya Allah akan menjadikannya orang yang sabar.” (Al-Bukhari)

Seorang muslim, apabila teguh di atas kebenaran dan sabar menghadapi ujian, niscaya kepedihan akan sirna, kelelahan akan hilang dan yang tersisa pahala dari Allah azza wa jalla, insya Allah. Seperti orang yang dahaga, kelaparan dan menahan berbagai larangan di siang terik. Kan sirna kesusahan itu hanya karena setetes air yang melewati kerongkongannya.

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.” (Abu Dawud)

Seperti itulah, meskipun betapa hebat ujian yang menimpa seorang mukmin. Segala kelelahannya akan sirna dengan langkah pertamanya saat memasuki pintu surga. Malaikat akan menyambutnya dengan mengatakan:

“Keselamatan pada kalian atas kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (Ar-Ra’d 24)