Ikhtiyar Cegah Covid-19, Ponpes Islam Salman Al-Farisi Lakukan Isolasi Mandiri

440
.

Dengan semakin mewabahnya pemberitaan pandemi Covid-19, Ponpes Islam Salman Al-Farisi melakukan isolasi mandiri total komplek pesantren. Keputusan ini dimulai efektif Rabu 25 Maret 2020 pukul 00.00 WIB.

Kegiatan Belajar Mengajar tetap berjalan seperti biasanya hanya terdapat beberapa teknis yang menyesuaikan dengan kondisi isolasi. Misalnya; diberlakukan giliran penjagaan di pos jaga, tempat shalat dan dars am dipindah ke aula (lantai bawah masjid), kegiatan fisik hanya di dalam komplek dan beberapa teknis lainnya.

“Kami memandang untuk kondisi sementara saat ini, santri lebih maslahat tetap tinggal di pesantren dan tidak kami pulangkan dengan beberapa pertimbangan,” jelas ust. Sanif Alisyahbana, Lc.

Ust. Sanif memberikan beberapa alasan kebijakan isolasi atau lockdown pesantren yaitu:

  1. Seluruh santri sejumlah 226 tersebar di tiga komplek yang pada dasarnya telah terisolasi sejak awal. Memiliki akses sendiri yang tidak bercampur dengan masyarakat. Demikian pula para asatid juga tinggal di dalam komplek. Sehingga risiko interaksi dengan pihak lain bisa diminimalkan dan dibatasi.
  2. Lingkungan pedesaan dan administratif wilayah pesantren berada masih kondusif untuk saat ini. Belum masuk dalam kawasan zona merah.
  3. Santri-santri akan lebih terjaga di pesantren secara fisik maupun mental dari pada terisolasi di rumah masing-masing. Apalagi beberapa tempat tinggal santri sudah zona merah. Maka justru lebih baik tinggal di pesantren. Kegiatan fisik dan mental tetap terjadwal sehingga daya imun mereka lebih stabil.
  4. Pesantren masih sanggup memenuhi kebutuhan logistik dengan mekanisme penyediaan yang sudah diatur sedemikian rupa. Termasuk penambahan suplemen dan vitamin yang diperlukan untuk memperkuat antibodi santri dan keluarga asatid. Bahkan terdapat petugas khusus yang bertanggungjawab memenuhi kebutuhan logistik tanpa perlu masuk kedalam pesantren.

“Kami juga melakukan ikhtiyar dengan membuat SOP mekanisme lockdown pesantren ini dengan seksama dan berusaha maksimal. Bahkan staf pesantren dan Yayasan yang tinggal di luar pesantren tidak diperkenankan masuk komplek kecuali harus izin khusus,” tutup Ust. Sanif.