Beribadah Tanpa Henti Sampai Ajal

257
.

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan ibadahilah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (Al-Hijr: 99)

Para pendahulu kita, yaitu para salaf sanga memahami hakikat yang sederhana ini tetapai sangat penting. Beramal shalih sampai datang kematian.

Al-Quran tidak mengatakan, “Beribadahlah kamu sampai tua atau sampai lulus perguruan tinggi atau sampai menikah atau sampai kamu sukses.” Artinya, semenjak kita balig, kita akan terus beramal untuk beribadah kepada Allah.

Tidak ada jeda, koma dan titik sampai penghabisan umur. Kita berusaha selalu memperbaiki kualitas ibadah dan amal kita dengan ilmu. Agar ibadah itu benar dibarengi dengan keikhlasan.

Jika kita sudah tergerak untuk mengaji, tidak ada kata mundur. Bahkan kita akan terus meningkatkannya. Jika kita sudah bisa membaca Al-Quran, itu bukan waktunya berhenti. Tetapi terus berusaha naik kelas dengan mempelajari ilmu-ilmu tajwidnya agar bacaan kita semakin benar.

Bila kita telah mampu membaca Al-Quran dengan lancar dan benar, tidak boleh berhenti tetapi meneruskannya dengan menghafal dan memahami kandungannya. Sebab urusan Islam bukan perkara main-main. Allah berfirman:

وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

“Dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (An-Nur: 15)