Antara Pintu Dunia dan Pintu Langit

443
.

Allah ta’ala berfirman:

وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا

“Dan Kami kokohkan dalam rahim, terserah Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi.” (Al-Haj: 5)

Ruh manusia berasal dari ketinggian langit diturunkan oleh malaikat lalu ditiupkan pada janin dalam alam rahim “sampai waktu yang sudah ditentukan.” Janin supaya bisa mencapai kehidupan dunia dia harus melewati pintu-pintu jalan lahir yang telah Allah tunjukkan:

إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ

“Sesungguhnya kami telah menunjukkan padanya jalan keluar dari rahim.” (Al-Insan: 3)

Bila pintu-pintu itu terbuka, dia akan keluar dari alam rahim menuju alam dunia menjadi manusia usia 0 yang disebut bayi.

“kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi” ke alam dunia.

Namun, jika semua atau salah satu pintu itu tidak terbuka dia tidak bisa menuju dunia padahal jalannya jelas ada. Pintunya ada tetapi TERTUTUP. Waktu kelahiran telah ditentukan “terserah Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan,” sayang Allah menghendaki tidak membuka pintu.

Tapi masih ada harapan lain jika pintu tak kunjung terbuka, caesar. Mengeluarkan janin melalui pintu lain dengan jalan pembedahan perut. Sebab hakikatnya dia sudah berada di dunia tetapi tertutupi. Itulah mengapa bayi sebelum lahir disebut janin (tertutupi).

Ketika semua usaha untuk ke dunia gagal, ruh janin akan kembali lagi naik ke langit. Meninggalkan jauh jasad jabang bayi di dunia yang hina ini.

Demikian pula saat manusia mati, ruhnya akan kembali berpulang naik ke langit. Dia harus melewati pintu-pintu langit agar mencapai Allah azza wa jalla.

Bila malaikat menyambutnya dengan muka berseri-seri dengan membukakan pintu-pintu langit, beruntunglah dia. Terus naik lalu mencapai Sidratul Muntaha bersalam pada Allah azza wa jalla. Kemudian diletakkan dalam keindahan surga yang disebut ‘Illiyyin

{كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ}

“Haqqon, sesungguhnya ruh orang-orang yang selalu berbuat baik itu (tersimpan) dalam ‘Illiyyin.” (Al-Muthafifin: 18)

Tetapi jika pintu langit tidak terbuka, tertutup dan terkunci rapat -semoga Allah memberi Taufik pada kita dan menjauhkan dari musibah ini-, dia tidak akan dapat mancapai Allah selama-lamanya. Meskipun langit luas membentang dia tidak mampu menembusnya hingga unta bisa masuk ke lubang jarum!

لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ

“Tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum.”

Tidak ada cara lain jika pintu langit tertutup. Tidak ada seorangpun yang mampu membedah perut langit. Hanya ada satu jalan. Ruh jahat ini akan kembali ke bawah dengan terhina dilemparkan ke sijjin, penjara dalam inti bumi ketujuh yang terpahat didalamnya nama Iblis dan semua nama setan.

{كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ}

“Haqqon, sesungguhnya ruh orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.”

Allah… Anugerahkan taufik, permudah ruh kami mencapai-Mu saat kami masih hidup dan bukakan pintu langit-Mu saat ruh kami kembali pada-Mu.