6 Hal Unik Saat Daurah Adab Santri Tahun Pertama

955
.

Daurah pembinaan adab Kitab At Tibyan fi Adab Hamalatil Quran bagi santri tahun pertama masih berlangsung di kampus Salman Al Farisi 2 Blumbang. Langsung diasuh oleh Ust. Sanif Alisyahbana, Lc direktur pondok, daurah ini memperlihatkan enam fakta unik calon penghafal Al Quran.

1. Santri Menyimak dengan Adab dihadapan Guru

Berjejal dalam majelis ilmu.

Tampak santri-santri dengan usia sepadan 14 tahun duduk berkerumun dihadapan guru. Wajah-wajah polos itu tidak bisa menyembunyikan kejujuran semangat menuntut ilmu mereka.

Mereka serius menyimak pelajaran-pelajaran dari ustad, tanpa ada jeda sendau gurau dengan sesama teman. Mereka bukan hanya menunjukkan adab pada guru tapi juga pada sesama santri.

2. Santri Mencatat Pelajaran Tanpa diperintah

Ikatlah buruanmu dengan menulisnya.

Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.

Syair Imam Syafii rahimahullah diatas benar-benar dipahami santri-santri peserta daurah. Tanpa disuruh, mereka sudah siap menerima pelajaran dan pula siap mengikatnya. Bahkan tanpa perlu fasilitas meja dan kursi.

3. Meski Lapar Tetap Disiplin dalam Antrian

Disiplin antri adalah peradaban orang berilmu.

Dengan suhu di kaki Gunung Lawu yang cukup dingin, cepat lapar adalah musuh utama bagi yang belum adaptasi. Meski demikian, para santri tetap bisa disiplin mengantri untuk mendapat jatah makan. Kok bisa ya, teori adab di kelas langsung mereka praktekkan?

4. Lauk Tempe, Alhamdulillah

Lauk tempe ala Tawangmangu, Alhamdulillah.

Mereka tidak mencela makanan, meskipun lauknya sangat sederhana. Tempe ala Tawangmangu. Lihat, berseri wajahnya mensyukuri rezeki dari Allah. Lalu mereka bergegas melanjutkan kembali daurah.

5. Tempat Tidur Tertata Rapi

Bukan hanya barak tentara yang bisa rapi.

Tidurpun harus dengan adab. Indikasinya dari kerapian tempat tidur para santri. Mereka membawa peralatan tidur dari Kampus Salman Al Farisi 1 menuju kampus Salman 2, lalu menyusunnya dengan sangat indah.

6. Sandal Punya Cerita

Budi pekerti seseorang bisa dilihat saat ia melepas sandal.

Bukan daurah adab bila melepas sandal tidak punya adab. Warna-warni sandal kecil ini saksi bisu betapa mulianya akhlak pemiliknya. Rasulullah salallahu alaihi wassalam, mendengar suara langkah sandal Umu Sulaim di surga karena ketinggian budi pekertinya. Semoga sandal mereka juga bersaksi. Amin. (zen)